Minggu, 27 Agustus 2017

Istri yang Kanker Stadium Akhir Sadar Jika Adik Kembar dan Suaminya Saling Menyukai, Namun Reaksi Suaminya Setelah Ia Rela Dimadu Membuatnya Terharu..


- Penyakit yang berat memang mampu menjadi satu alasan penghancur pernikahan, bagi mereka yang mengidap penyakit, mungkin hal ini menjadi sesuatu yang membuat mereka merasa sangat bersalah pada pasangan. Kisah di bawah ini yaitu perasaan sakit yang sulit diucapkan oleh seorang istri yang terkena kanker stadium simpulan yang menemukan suaminya dan adik kembarnya ternyata saking menyukai. Awalnya ia berencana untuk merestui mereka, namun ternyata ia menerima tanggapan diluar dugaan!

Selama ini ia selalu merasa adik kembarnya menyukai suaminya, namun adiknya tidak mau berebut laki-laki dengannya. Suaminya juga sangat baik padanya, namun setelah ia terkena kanker, ia melihat suami dan adiknya sepertinya memiliki benih cinta. Ia sering melihat adiknya tersipu aib melihat suaminya, melihat lisan wajah adiknya, ia pun tahu suaminya telah menyukai adiknya.

Karena keadaanya yang semakin kritis, ia pun jadinya mampu melihat lebih terbuka, ia pun mengajak adiknya pergi mengobrol. Di sore itu, ia mengungkit soal suaminya, ia bertanya pada adiknya, "Kamu cinta nggak sama dia?" Adiknya terkaget mendengar pertanyaan itu dan termangu sesaat, sebelum jadinya ia menjawab, "Kalau jujur, saya cinta, tapi saya nggak mau merebut. Cinta kau sama dia, cuman berharap beliau sehat dan bahagia."

Ia juga melanjutkan pertanyaanya, "Kalau gitu, jikalau beliau mau cerai dan menikahi kamu, kau keberatan nggak?" Namun adiknya menggelengkan kepala, "Ini nggak adil buat kamu." Sang istri pun eksklusif bertanya kembali, "Kalau gitu, jikalau kita berdua tidur dengan laki-laki yang sama, kau bersedia?" Adiknya yang terkejut eksklusif menjawab, "Itu nggak boleh!"

"Dia baik sama kau udah cukup, buat apa memperhitungkan beliau punya berapa orang? Apa itu penting? Apa beliau nggak cukup baik sama kau dan aku?" Tanyanya lagi, adiknya menunduk dan menjawab, "Tidak, suamimu sangat baik sama aku." Akhirnya sang istri pun menceritakan penyakitnya pada adiknya, lalu mengatakan bahwa ia berharap setelah ia pergi nanti, adiknya mampu menjaga suaminya. Namun setelah adiknya mendengar semua ini, ia hanya menangis tanpa menjawab apapun.

Setelah ia pulang, ia mengatakan semua hal ini pada suaminya, ia berpikir suaminya akan setuju, atau mungkin gembira, namun tanpa diduga suaminya menjawab dengan sangat sedih, "Aku cuman cinta kamu, nggak cinta adikmu.. Aku cuman melihat senyuman kau dahulu di wajahnya, jadi saya merasa sangat senang. Aku senang melihat senyuman tanpa tekanan, tanpa pikiran, tanpa penderitaan karna penyakit, senyuman polos seorang gadis. Aku sangat berharap suatu hari nanti saya mampu melihat lagi senyuman itu di wajah kamu."

Mendengar semua ini, sang istri tak mampu menahan tangisnya. Suaminya meneruskan, "Kalau saya cinta adikmu, saya akan meninggalkanmu semenjak lama, bahkan mungkin selingkuh diluar sana, tapi saya nggak! Aku pergi kerja pukul 8 dan pulang pukul 5 sore, menemani kau setiap istirahat siang dan membelikan kau makanan."

"Sejak kau sakit, saya tidak lagi lembur atau pergi bisnis, walaupun saya perlu untuk pergi melaksanakan perjalanan bisnis, saya juga pasti mati-matian berusaha supaya kau ikut. Acara makan kantor pun saya tidak pergi, saya pasti hingga di rumah sebelum jam 6 sore. Mungkin kau tidak memperhatikan semua ini, saya hidup dengan sangat mengirit, saya nggak punya waktu buat selingkuh."

"Tahun demi tahun berlalu, saya cuman berharap kau mampu kembali sehat dan bahagia. Aku bahkan berharap saya mampu menggunakan kesehatanku buat menggantikan semuanya itu. Tapi saya berpikir lagi, jikalau saya menukarkan semua itu, siapa yang akan merawatmu dan menjagamu? Apakah saya juga nantinya akan merepotkan kamu?"


Setelah mendengar semua kata-kata suaminya, ia sangat terharu dan tersentuh, banyak netizen yang juga tersentuh oleh kisahnya dan menasihatinya semoga fokus untuk berobat dan menemani suaminya hingga simpulan hidupnya dan tidak menyia-nyiakan cinta suaminya yang begitu besar.

Sobat, walaupun kita tidak tahu masa depan kita, tapi kita harus mencar ilmu untuk menghargai setiap waktu dan semua orang di sekitar kita ya! Yuk kita bagikan kisah mengharukan ini!




Sumber : mutiarakisah1.blogspot.com

Sumber http://viralterkini.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar