Jumat, 25 Agustus 2017

Kisah Haru : Aku Janji Akan Mencarikan Istri Kedua Untuk Suamiku...



- Kisah ini bukan kualami sendiri. Tapi dialami oleh seorang sobat yang ia telah berjanji kepada suaminya untuk mencarikan istri kedua. Biar lebih mudah, dongeng ini memakai kata ganti orang pertama.
***

“Mas itu secara ekonomi mampu, dan saya yakin Mas bisa berlaku adil,” kata-kata itu karenanya terucap dari lisanku. Suamiku hanya diam. “Aku akan mencarikan istri untukmu Mas”

Aku tahu bersama-sama suamiku ingin poligami. Dan saya pun tahu ada ayat yang membolehkan poligami. Tak ada alasan bagiku untuk menentang. Apalagi saya sadar banyak muslimah yang hidup sendiri. Sebagian belum menikah di ketika usia telah dewasa. Sebagian lagi hidup menjanda.

Mengapa karenanya saya menunjukkan kepada suami untuk mencarikan istri kedua? Pertama, alasannya ialah saya ingin menyiapkan diri jauh-jauh hari. Dari pada suatu ketika suamiku mengatakan ingin poligami dan saya tidak siap secara psikologis, lebih baik saya menyiapkan diri semenjak ketika ini. Dan alhamdulillah, saya siap mengatakan hal itu. Ada perasaan lega setelah saya mengutarakannya. Suamiku pun sepertinya sangat suka mendengarnya.

Kedua, kalau suamiku mau berpoligami lalu memilih seorang muslimah, belum tentu saya cocok dengannya. Aku mungkin cemburu berat. Aku mungkin merasa tersaingi. Aku mungkin tersakiti. Aku mungkin pribadi menolaknya. Kalaupun terpaksa menerima, tentu akan membawa luka. Aku, atau kami berdua. Jika itu terjadi, keluarga menjadi tidak tenang. Sakinah hilang.

Bukankah tujuan berkeluarga ialah sakinah mawaddah wa rahmah? Lalu kalau yang terjadi ialah cekcok demi cekcok, perselisihan demi perselisihan, saling terbakar emosi, pertengkaran, keretakan hubungan, lalu apa artinya keluarga?

Bukankah poligami disyariatkan sebagai solusi? Lalu kalau dengan poligami keluarga berantakan, apakah bisa disebut solusi? Lalu akan dijadikan materi tudingan orang-orang yang anti-poligami bahwa poligami hanya membawa masalah. Atau bahkan oleh orang-orang yang ingin melemahkan aqidah umat terhadap Al Quran. “Tuh lihat, mereka yang poligami pasti bermasalah. Poligami itu tidak relevan. Ayat poligami itu tidak sesuai dengan perkembangan zaman.” Astaghfirullah.

Tidak, saya tidak ingin keluargaku begitu. Maka kuputuskan, akulah yang akan mencarikan istri untuk suamiku. 


sumber : webmuslimah

Sumber http://viralterkini.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar