
TUHAN KOK BERANAK???"
(Penjelasan seorang Muslimah NU kepada Habib Rizieq & para Wahabi yang suka memancing keributan)
“Kalau Tuhan beranak, yang jadi bidannya siapa?”
Pertanyaan Habib Rizieq ini saya rasa lebih asyik untuk dibahas daripada pernyataan Ahok yang sudah terang maksudnya apa, yaitu hanya mengkritisi politisi yang memanfaatkan ayat–ayat untuk kepentingannya sendiri.
Berbeda dengan pernyataan Ahok yang memang niatnya bukan menyinggung agama, tapi lebih kepada menyinggung politisi agama; pernyataan Habib Rizieq ini malah masuk ke dalam dan menyentuh dasar keimanan Katolik sendiri.
Namun sayang, sudah terlanjur lembap tapi yang keluar hanya pertanyaan dangkal menyerupai itu. Pernyataan Habib Rizieq kemarin saya nilai tidak berbobot. Bobotnya tidak lebih dari kebanyakan salah paham muslim-muslim yang belum pernah mencar ilmu perbandingan agama sebelumnya. Muslim yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ia bicarakan.
Dia masuk ke dalam, menyentuh dasar, tapi kualitasnya hanya setara dengan pertanyaan anak sekolah ahad / santri kecil. Muslimah menyerupai saya saja yang suka mencar ilmu agama bisa menjelaskannya dengan mudah.
*Siapa sih Yesus itu?*
Pertama–tama kita harus mengerti terlebih dahulu posisi Yesus di mata Kristiani. Ya, lepas dahulu kacamata Islam kita yang penuh dengan keyakinan dan ayat-ayat Alquran wacana nabi Isa biar dapat melihat dengan terang perspektif Kristiani terhadap Yesus. (lepasin perspektif islamnya, bukan lepasin agama islamnya yach)
Bagi umat Kristen, Yesus yaitu Tuhan yang berinkarnasi (=menjelma) menjadi manusia, bukan insan yang diangkat menjadi Tuhan menyerupai yang selama ini disalah pahami ummat Muslim. (Red : menurut perspektif Kristen, insan tak mungkin jadi Tuhan. Tapi Tuhan Maha Kuasa, jadi Tuhan bisa bermetamorfosis menjadi apapun, termasuk menjadi manusia. Menyangkal bahwa Tuhan bisa bermetamorfosis menjadi manusia, berarti menyangkal Kemahakuasaan Tuhan)
Hal ini bukan tanpa dasar. Mereka melihat banyaknya nubuatan mengenai kedatangan Messiah, sang pembebas, Tuhan yang mengambil rupa insan ini dari kitab Taurat, kitabnya para Yahudi. Kitab yang sama yang juga memuat kisah mengenai nabi Adam AS, nabi Ibrahim, dan nabi Musa AS.
Ummat Islam mungkin akan sulit mengerti pemikiran Katolik mengenai kodrat ganda Yesus : "sepenuhnya insani" (kamil bi al-nasut), sekaligus "sepenuhnya ilahi" (kamil bi al-lahut) sebagai Kalimatullah.
Agar mengerti, kita mungkin dapat membandingkannya dengan pemikiran Islam sendiri mengenai kitab suci al-Quran al-Karim
Bagaimanapun, bahwasanya konsep dalam Katolik ini juga ada dalam Islam, dengan posisi Yesus dalam akidah Katolik dibandingkan sejajar dengan posisi al-Qur'an dalam akidah Islam.
Perbandingannya bukan Yesus dengan nabi Muhammad. Karena dalam Islam, nabi Muhammad sekedar peserta Firman Allah, padahal dalam Katolik Firman-Nya yaitu Yesus itu sendiri
Sebaliknya, posisi nabi Muhammad sejajar dengan Maria (Maryam), alasannya yaitu keduanya yaitu "sarana turunnya Firman ke dunia" menurut keyakinan masing-masing.
Secara teologis, keperawanan Siti Maryam juga paralel dengan kebuta-hurufan nabi Muhammad (Nabi al-Ummi). Karena fakta bahwa Maria tetap perawan dan nabi Muhammad buta huruf, menegaskan kemurnian Firman Allah, tanpa intervensi atau campur tangan manusia
Jadi bahwasanya ada kekerabatan paralel antara keyakinan Katolik mengenai Firman Tuhan yang menjadi insan dengan keyakinan Islam akan Kalam Tuhan yang kekal yang turun menjadi al-Qur'an atau nuzul al-Qur'an.
Kalau Yesus itu Tuhan/Firman Allah/Kalimatullah, kenapa dia butuh makan? Kenapa dia bisa mati? Kenapa.....
Salah satu hal yang sering menjadi olok-olok kepada kaum Nasrani yaitu ketika orang awam membenturkan sifat keTuhanan Yesus dengan kodratnya sebagai manusia. Rata-rata alasannya yaitu mereka tidak paham sifat "sepenuhnya insani" (kamil bi al-nasut) dan "sepenuhnya ilahi" (kamil bi al-lahut) yang dimiliki Yesus diatas.
Yesus yaitu 100% Tuhan (dlm kapasitasnya sbg Firman Tuhan) namun juga 100% insan (dlm fisik insaninya). Sama persis dengan Al Alquran yang 100% Kalimatullah dan 100% buku.
Secara fisik mungkin buku tersebut dapat rusak, robek, atau bahkan terbakar hingga habis, bukan? Namun ketika Al Alquran rusak secara fisik, apakah artinya Firman Tuhan juga telah rusak? Tentu tidak.
Yesus pun dalam rupanya sebagai insan tentu dapat mengalami kerusakan secara fisik - mencicipi rasa sakit, lapar, mati (namun bangun lagi). Tapi kerusakan secara fisik tentu tidak kuat apa-apa terhadap statusnya sebagai Firman Allah. Apalagi hingga hal-hal fisik ini dipandang sebagai bukti bahwa Yesus bukan Firman Allah.
Mungkin lho ya, olok-olok kaum awam ini dipandang oleh umat Nasrani sebagai hal yang tidak lucu sama sekali sekaligus menyedihkan. Bukan, bukan alasannya yaitu mereka sedang tersinggung sehingga merasa olok-olok itu tidak lucu. Tetapi lebih kepada rasa miris alasannya yaitu mengetahui pemahaman pengolok-olok itu terlalu dangkal.
Sama mirisnya ketika kita kedatangan orang yang niatnya menghina Al Alquran yang kebetulan ketumpahan kopi: “Iiihh.... Kok lucu sih Firman Tuhan bisa rusak ketumpahan kopi? Bukan Firman Tuhan tuh namanya kalau bisa rusak!”.
Kalau kau dengar olok-olok itu apakah kau tersinggung? Apakah menurutmu olok-olok itu lucu? Tentu tidak. Kita tidak merasa lucu bukan alasannya yaitu kita merasa tersinggung. Kita merasa tidak lucu alasannya yaitu memang olok-olok itu sangat menyedihkan. Menggunakan sifat2 fisik sebuah buku untuk menyangkal Alquran sebagai Kalimatullah yaitu sesuatu yang sangat tidak nyambung. Ini menyampaikan dengan terang kapasitas dan volume otak si pengolok.
Konsep ‘Dualisme’ Yesus (Kalimatullah-manusia) dan Alquran (Kalimatullah-buku) ini juga bukanlah sebuah konsep yang dibuat-buat hingga terkesan unik bin antik, dimana suatu hal ternyata dapat memiliki 100% sifat A namun sekaligus juga memiliki 100% sifat B (sesuatu yang menjadi anggota himpunan sifat A dan B yang saling lepas).
Dalam dunia science, cahaya juga memiliki sifat 100% partikel namun secara bersamaan juga memiliki sifat 100% gelombang. Tapi bagaimanapun juga, kita tidak bisa membenturkan segala hasil eksperimen yang menyampaikan bukti cahaya yaitu partikel untuk menyangkal fakta bahwa cahaya juga merupakan gelombang. Begitupun sebaliknya.
Hal ini alasannya yaitu memang tidak nyambung. Yang mau diuji apa, parameternya apa
Ibarat kita yang yaitu 100% anak ibu, namun juga merupakan 100% anak dari bapak kita. Fakta bahwa hidung kita menyerupai ibu tidak lantas bisa dipertentangkan untuk menyangkal bahwa kita bukan anak dari bapak. Begitupun dengan fakta bahwa mata kita yang menyerupai bapak tidak bisa dijadikan bukti bahwa kita bukan anak dari ibu.
Lebih sempurna kalau mau mempertanyakan Yesus yaitu Tuhan atau bukan, ujilah apakah Ia pernah berbuat dosa atau tidak (karena kodrat insan yaitu berdosa). Dengan unsur Ilahi pada beliau, adakah mukjizat besar yang Ia perbuat dimana mukjizat ini hanya bisa dilakukan Tuhan sendiri? Membuat sesuatu menjadi mahkluk hidup, misalnya. Dst, dst.
Sama halnya dengan bila kita ingin menguji Al Alquran yaitu Firman Tuhan atau bukan. Ujilah apakah Al Alquran pernah bertentangan dengan sifat kemanusiaan atau tidak. Apakah ada ayat Al Alquran yang isinya memerintahkan perbuatan jahat, menyerupai mencuri atau membunuh misalnya. Dst, dst.
*Lantas waktu Yesus turun ke dunia siapa yang ngatur alam semesta?*
Mengatur alam semesta tidak ada hubungannya dengan hadirnya Yesus di dunia. Kita ummat Islam juga percaya kan bahwa Tuhan memiliki sifat omnipotent (maha kuasa) dan omnipresent (maha hadir).
Begitupun dengan umat Kristiani. Saat kita percaya bahwa Tuhan sedang hadir menjawab doa kita sekarang, tentu tidak perlu menyangsikan kemampuanNya dimana pada ketika yang bersamaan Ia juga bisa hadir di tengah-tengah saudara kita di belahan dunia lain. Bukankah Tuhan itu Maha Kuasa?
*Apakah benar Yesus yaitu anak biologis Tuhan?*
Teman-teman harus paham bahwa ummat Nasrani memiliki pemahaman yang sama dengan Islam, yakni Tuhan itu tidak beranak.
Bible tidak mengajarkan Tuhan melaksanakan kekerabatan biologis dengan Maryam sehingga melahirkan allah baru, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Inilah pemahaman sebagian umat Muslim yang salah.
Banyak dari mereka menganggap Tuhannya Nasrani itu ada 3: Tuhan Bapa, Tuhan Istri (Maryam), dan Tuhan Anak (Yesus). Mereka yang mempunyai pemahaman demikian, bahwa Yesus anak biologis Tuhan, sulit membedakan antara bahasa figuratif dan bahasa harfiah.
Tapi anehnya, bila mendengar kalimat “Muhammad yaitu kekasih Allah” mereka tahu ungkapan tersebut hanya kiasan, sedangkan ketika mendengar kata “Anak Tuhan” mereka eksklusif mengartikannya secara harfiah.
Kiranya kita mengerti bahwa Bible dan orang Nasrani manapun (bahkan bid’ah Nasrani paling melenceng menyerupai Saksi Yehuwa atau Mormon sekalipun) tidak ada yang mengajarkan Isa Al-Masih yaitu hasil kekerabatan biologis antara Tuhan dan Siti Maryam!
*Kalau Yesus bukan anak biologis Tuhan, trus kenapa dia disebut “Anak Tuhan”?*
Anak Tuhan itu hanyalah istilah, sayang. Sama halnya dengan anak kunci atau anak tangga. Kunci dan tangga tidak melahirkan anak kunci dan anak tangga bukan?
Istilah “Anak Tuhan” disematkan kepada Yesus dalam kapasitasnya sebagai manusia. Patut dipahami oleh ummat Islam bahwa istilah anak Tuhan tersebut tidak hanya terbatas untuk Yesus saja. Tiap individu umat Nasrani menyebut dirinya anak Tuhan, oleh alasannya yaitu itu mereka memanggil Tuhan mereka dengan sebutan “Bapa”. Istilah anak dan Bapa ini digunakan untuk menyampaikan kedekatan ummat Nasrani dengan Tuhannya. Layaknya seorang bapak yang memelihara, membimbing, melindungi, dan mendisiplinkan anaknya, begitu pula sikap Tuhan pada ummatNya.
Akhirul kalam, menyerupai itulah Yesus. Bagi umat Nasrani dia yaitu Tuhan yang bermetamorfosis menjadi manusia. Kaprikornus tidaklah heran dalam dirinya terkandung atribut-atribut illahi yang tidak dimiliki oleh siapapun, bahkan oleh nabi manapun, menyerupai dapat menghidupkan orang mati.
Pun demikian, sosoknya tidaklah lepas dari sifat-sifat kemanusiaan (karena Ia memang bermetamorfosis menjadi manusia) menyerupai dapat mencicipi rasa sakit, kantuk, lapar, sekaligus atribut anak Tuhan juga tersemat padanya, sebagaimana umat yang mengenal Allah.
Sementara itu, kita ummat Islam memandang Yesus yaitu suci (QS 19:19), dapat meniupkan nafas kehidupan pada tanah liat hingga menjadi burung (QS 3:40), dan banyak hal senada lainnya.
Hendaknya dari hal-hal yang sudah saya paparkan diatas dapat membantu teman-teman untuk memahami akidah saudara kita yang beragama Nasrani, sehingga rasa saling menghormati dapat lebih terjalin. Aamiin...
(Aisha Nurramdhani Sumber http://infonews-viral.blogspot.co.id/
0 Response to "Aktivis Muslimat NU Skak Mat Rizieq Shihab Soal Yang Mahakuasa Yesus Kok Beranak..???"
Posting Komentar